SLIDE1

Showing posts with label CINTA IBU. Show all posts
Showing posts with label CINTA IBU. Show all posts

Muliakan Orangtua dan Rawatlah Ia Hingga Akhir Hayat

- No comments
Muslim yang tidak menghormati orangtuanya, tidak memuliakannya -apalagi tidak mau merawatnya- hidupnya akan jauh dari keberkahan. Di akhirat ia tak berhak atas surga Allah Subhanahu Wata’ala

SUNGGUH tidak ada kecerdasan yang lebih tinggi, amal yang sangat mulia, dan pahala paling agung dari diri seorang Muslim setelah ia beriman dan berjihad kecuali senantiasa memuliakan orangtuanya dan merawatnya hingga akhir hayat.

Secara gamblang Allah menyebutkan dalam firman-Nya bahwa kedudukan orangtua sangat mulia. Bahkan karena begitu mulianya, Allah langsung memandu umat Islam jangan sampai salah dalam bergaul untuk memuliakan orangtua, lebih-lebih di usia mereka yang sudah lanjut. Berkata “ah” saja kepada orangtua, Allah sangat melarangnya.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al- Isra’ [17]: 23).

Dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa kata qadhaa dalam ayat ini berarti perintah. Sementara itu mujahid berkata artinya adalah berwasiat.

Berarti ayat ini sangat penting dan utama untuk diperhatikan dan diamalkan oleh seluruh umat Islam agar benar-benar bersemangat dalam memuliakan orangtua. Apalagi, perintah ini Allah tegaskan setelah perintah untuk ikhlas beribadah dengan tidak mempersekutukan-Nya.
Dengan kata lain, siapapun dari umat Islam yang tidak memuliakan orangtuanya berarti dia tidak berhak atas kemuliaan. Sebaliknya, kehinaan demi kehinaan akan selalu menghampiri perjalan hidupnya di dunia maupun akhirat.

Sebuah Hadits menyebutkan, “Sungguh hina, sungguh hina, kemudian sungguh hina, orang yang mendapatkan salah seorang atau kedua orangtuanya lanjut usia di sisinya (semasa hidupnya), namun ia (orangtuanya) tidak memasukkannya ke Surga.” (HR: Ahmad).

Panti jompo? No way!

Sungguh kerugian besar bila ada seorang Muslim yang menjumpai orangtuanya lanjut usia tetapi tidak merawatnya dengan tangannya sendiri, lebih mementingkan dirinya sendiri, mengkhawatirkan masa depannya sendiri, dan malah justru menitipkannya ke panti jompo, na’udzubillahi min dzalik.

Padahal, dirinya tumbuh dewasa dan pintar karena pengorbanan tanpa pamrih dari orangtua. Dengan perantara orangtualah kita ini lahir di dunia, kemudian tumbuh menjadi manusia dewasa, berpengetahuan, berpenghasilan bahkan menjadi orang terpandang. Istilahnya, tanpa pengorbanan orangtua, tak akan ada anak jadi dewasa.

Oleh karena itu, di ayat yang lain Allah memerintahkan umat Islam untuk bersyukur kepada kedua orangtua setelah bersyukur kepada-Nya.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman [31]: 14).

Jadi, memuliakan orangtua dan merawatnya adalah perkara utama. Bahkan setara dengan jihad (perang) di jalan Allah Ta’ala.

Suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran”. Rasulullah pun bertanya, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” jawabnya. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.” (HR. Ahmad).

Dengan kata lain, seorang Muslim yang tidak menghormati orangtuanya, tidak memuliakannya, apalagi tidak mau merawatnya, jelas hidupnya akan jauh dari keberkahan. Dan, di akhirat ia tidak berhak atas surga Allah Subhanahu Wata’ala.

Keteladanan Uwais Al-Qarni

Ada seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pakaiannya hanya dua helai yang sudah kusut. Satu untuk penutup badan, satunya untuk selendang. Ia tak dikenal banyak orang dan sangat miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya, tiada orang yang menghiraukannya.

Subhanallah, dia tidak dikenal oleh penduduk bumi, tetapi sangat terkenal penduduk langit. Jika berdoa pasti dikabulkan.

Dikisahkan sepulang dari perang, Rasulullah menanyakan kepada Aisyah ra berkenaan dengan orang yang datang mencarinya. Rasulullah menjelaskan bahwa dia adalah penghuni langit.

Mendengar perkataan baginda Rasul, Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Aisyah ra berkata, memang benar ada seorang pria yang datang mencari baginda Nabi, namun ia segera pulang kembali ke Yaman, dikarenakan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkannya terlalu lama. Rasulullah bersabda, “Jika kalian ingin bertemu dengan dia, perhatikanlah, ia memiliki tanda putih ditengah-tengah telapak tangannya. Dan suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.” Bahkan pada hari kiamat kelak ketika semua ahli ibadah dipanggil untuk memasuki surga, dia justru dipanggil agar berhenti terlebih dahulu dan diperintahkan memberi syafa’at, ternyata Allah memberikan dia izin untuk memberi syafa’at. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Seorang pemuda sholeh yang sangat mencintai Rasulnya serta taat dan berbakti kepada ibunya, sehingga Allah memberikan beberapa keistimewaan atas dirinya.

Jika ada manusia yang tidak pernah bertemu Rasulullah shallahu alayhi wasallam, namun beliau yang mulia mewasiatkan kepada sahabatnya, tepatnya kepada Umar bin Khaththab dan Ali radhiyallahu anhuma untuk mencari dan meminta doanya, orang tersebut adalah Uwais Al-Qarni.

Uwais bin Amir Al-Qarni berasal dari Qaran, sebuah desa terpencil. Dilahirkan oleh keluarga yang taat beribadah, tak pernah mengenyam pendidikan kecuali dari kedua orangtuanya yang sangat ditaatinya dan dimuliakan. Karena akhlaknya memuliakan orangtua itulah ia menjadi terkenal penduduk langit. Dan gara-gara itulah Amirul Mukminin Umar ibnu Khatab dan Ali bin Abi Thalib berjalan untuk mencarinya dan menemuinya hanya untuk minta nasehat dan doa. Karena jika dia berdoa pasti dikabulkan. Subhanallah.

Kisah Uwais ini menunjukkan bahwa memuliakan orangtua adalah perkara mulia yang sangat dicintai Allah subhanahu wata’ala.

Tunggu apalagi, mari kita muliakan kedua orangtua kita, niscaya surga akan berhias menanti dan menyambut kehadiran kita semua, amin.

MAAFKAN KAMI OH AYAH DAN IBU

- No comments

Maaf kan kami..
Ayah,ibu maafkan aku Jika aku sering mengecewakan kalian Ayah,ibu maafkan aku
Jika aku sering membuat marah kalian
Ayah,ibu maafkan aku
Jika aku belum bisa meringankan beban kalian
Ayah,ibu maafkan aku
Jika aku belum seperti apa yang kalian harapkan
Selama ini aku selalu manja dengan kehidupan ku
Belum bisa dewasa selayaknya usia ku
Aku hanya bisa berpangku tangan dengan senyum keluguan
Kalian memeras keringat dan membanting tulang dengan senyum keikhlasan
Dan itu semua demi anak-anak mu
Aku beruntung dilahirkan dalam keluarga ini
Keluarga yang penuh kasih sayang
Keluarga selalu bersyukur di atas kesedehanaan
Ayah,ibu maafkan aku..


Baca Juga : DOA UNTUK SEORANG IBU               
                         SENYUM IBU, ADALAH KEBAHAGIAAN KU

DOA UNTUK IBU

- No comments

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani
DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

Baca Juga : MAAFKAN KAMI OH AYAH DAN IBU 
                     UNGKAPAN TERINDAH UNTUK IBU Versi 2

WAJIB BACA, !! JANGAN SIA-SIA KAN IBUMU

- No comments


Ibu mu adalah Malaikat yang Terlihat.
ibu mu adalah Wanita Terhebat diDunia.
Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, murka Allah bergantung pada murka orang tua.(Tirmidzi).
Wajib berbakti kepada kedua orang tua.
Jika tidak, berarti ia telah durhaka.
Dan perbuatan durhaka adalah sifat Syetan. (QS. Maryam :14-44).
Tidak dianjurkan menaati orangtua, apabila mereka melarang dari menunaikan kewajiban.(Imam Al-Ghazali). Misalnya, menuntut ilmu dan shalat wajib.
Haram menyia-nyiakan orangtua, sebab mereka itu pintu masuk Surga.(Tirmidzi)
Do'a kan orangtua setelah habis sholat, dengan do'a : ربّ اغفرلى ولوالديّ وارحمهما كما ربيانىصغيرا
"Robbighfirlii wa liwaa lidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiraa"
"Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku ketika kecil." (Al-Isra' :23).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah dijumpai Raja iblis, utusan dari Malaikat Jibril a.s. untuk menjawab pertanyaan Rasulullah dengan jujur.
Rasulullah bertanya," Hai iblis ! Apa yang dapat memecahkan mata engkau?
Jawab Raja iblis," Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu memakaikan pakaian mereka selama mereka hidup,
Karena engkau telah bersabda," Syurga itu di bawah Telapak kaki ibu."
SubhanAllah.. .
Sahabatku, mulai detik ini jangan menyiakan Seorang ibu.
Semoga yang mengucapkan "Aamiin" dikomentar masuk Surga dengan selamat. Aamiin


Baca Juga : MAKAN MALAM TERAKHIR BERSAMA IBU 


                    SENYUM IBU ADALAH KEBAHAGIAAN KU

MAKAN MALAM TERAKHIR BERSAMA IBU

- No comments


Ada banyak catatan yang mesti diperhatikan oleh seorang anak selepas menikah. Baik ia sebagai anak perempuan maupun laki-laki. Khusus bagi laki-laki, ada penekanan dalam hal ini. Sebab, hingga kapan pun, surga bagi seorang anak letaknya ada pada kaki ibunda.

Selain itu, selepas menikah, bakti seorang anak sama sekali tak otomatis terputus dengan alasan telah memiliki keluarga sendiri. Dalam hal ini, penting kiranya bagi kedua pasangan dan keluarga terdekat untuk saling mengingatkan.

Jangan sampai kisah ini terjadi antara diri dan ibu kita. Sebuah kisah haru nan memilukan ini, patut dijadikan cermin bagi kehidupan kita; sebagai anak maupun orangtua.



Sebutlah namanya Fulan. Sudah 21 tahun ia menikah dengan seorang wanita bernama Fulanah. Tepat di usia ke 21 pernikahannya, sang istri bertanya menawarkan, “Mas, tak berkenankah kau makan malam bersama seorang wanita?” Sang suami yang memang tak memiliki saudara dan anak wanita itu bertanya kebingungan, “Maksudmu?”

Lantas dijelaskanlah oleh sang istri, “Esok, keluarlah untuk makan malam bersama ibu.” Aduhai, rupanya Fulan ini amat sibuk mengurusi keluarga, pekerjaan dan kehidupannya. Lanjut Fulanah, “Sudah 21 tahun –sejak menikah denganku- kau tak pernah makan malam bersama ibu,” katanya menerangkan, “Teleponlah beliau, ajaklah makan malam. Beliau pasti amat mendambakan kebersamaan denganmu.”

Segeralah Fulan menelepon sang ibu. Dalam perbincangan udara itu, disampaikanlah maksudnya. Sang ibu yang telah lama menjanda dan hidup bersama keluarga lainnya itu amat sumringah mendengar ajakan itu. Meskipun, ada rasa tak percaya akan ajakan mengagetkan dari anak yang amat disayanginya. Pasalnya, masa 21 tahun bukanlah bilangan waktu yang sebentar.

Hari yang direncanakan pun menyapa. Fulan menuju rumah ibunya. Sesampainya di depan rumah sang ibu, sosok janda yang sudah lama mendambakan kebersamaan bersama anaknya itu tengah menunggu, tepat di rahang pintu. Tak ingin diketahui oleh saudaranya yang lain, sang ibu langsung menyambut, menghampiri dan bergegas masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil, terjadilah perbincangan kecil antara keduanya. Tentang rumah makan dan menu terbaik yang hendak mereka tuju dan santap malam ini. Tak lama, tibalah mereka di tempat makan terbaik di kota itu.

Lamat-lamat, sang anak memerhatikan pakaian yang dikenakan oleh ibunya. Agak sempit. Rupanya, itu adalah pakaian terakhir yang diberikan oleh almarhum suaminya. Duhai, sang anak ini sampai lupa membelikan pakaian untuk ibunya.

Maka datanglah pelayan pembawa menu. Disodorkanlah daftar makanan yang hendak dipesan. Ternyata, sang ibu sudah tak kuasa membaca. Dengan senyum, Fulan menawarkan, “Aku bacakan menunya. Tunjuk saja menu apa yang Ibu kehendaki.”
Lantas dipesanlah aneka jenis makanan yang dihidangkan, tak lama kemudian.

Bersebab bahagianya yang memuncak lantaran diajak makan malam oleh anak kesayangannya, selera makan sang ibu tenggelam seketika. Sama sekali tak berminat untuk mencicipi, apalagi melahapnya. Sosok yang sudah hampir terbenam masa hidupnya itu hanya memerhaikan anaknya, dengan cinta dan rindu yang kian bertambah.

Di tengah menikmati menu makan malamnya, Fulan berkata, “Bu, ini yang pertama sejak 21 tahun yang lalu. Maafkan anakmu ini. Esok kita akan makan malam lagi untuk yang kedua.”

Mendengar kalimat itu, mata sang ibu berbinar sumringah. Binar bahagia itu semakin bertambah hingga kedua insan itu pulang. Sang anak mengantarkan ibunya ke kediamannya, sementara ia kembali ke rumahnya.

Waktu-waktu selepas itu, adalah waktu menuggu nan membahagiakan bagi sang ibu. Ditungguilah ponselnya guna berharap panggilan dari anaknya. Sementara itu, di belahan tempat lain, sang anak tetap sibuk dengan dunia, pekerjaan dan kehidupannya. Ia, benar-benar lupa dengan janji yang diungkapkannya sendiri.

Lantaran usia yang menua, sang ibu pun sakit. Makin hari, bertambah parah sakitnya. Alasan sibuk pun membuat Fulan tak kunjung membesuk ibunya. Hingga akhirnya, wanita berhati lembut itu wafat sebelum sang anak sempat menjenguknya.

Proses pemakaman pun berlangsung dengan lancar. Ada haru nan pilu yang menelisik ke dalam hati Fulan. Perasaan bersalah selalu datang belakangan. Andai perasaan itu bisa datang lebih dulu, mungkin saja ia akan bisa menebus dosanya.

Lepas pulang dari pemakaman, ponselnya bergetar. Diangkatklah oleh si Fulan. Tertera dalam layar, pemanggil adalah ruma makan tempat ia dan ibunya makan malam tempo hari. “Halo, Pak Fulan,” ucap suara dari seberang. Lepas disahut, penelepon melanjutkan, “Maaf, Pak. Dalam catatan kasir kami, bapak telah memesan tempat makan malam untuk dua orang. Tagihannya suda dibayar oleh Ibu anda.”

Entahlah apa yang dirasa olehnya. Tanpa penutup, dimatikanlah ponselnya sembari bergegas menuju rumah makan tersebut. Sesampainya di sana, sang kasir menyerahkan sebuah pesan tertulis tangan. Dari sang ibu. Tertera di dalamnya, “Nak, aku mengerti. Malam ini adalah makan malam terakhir kita. Meski kau sampaikan akan ada yang kedua, aku tak terlalu yakin. Maka, makanlah bersama istrimu. Aku sudah membayarnya untumu dengan uang Ibu.”

“Ibu, Ibu, Ibu,” demkianlah pesan Rasulullah Saw. Sosok mulia itu harus didahulukan dari sosok bapak. Sosok ibu adalah mutiara kebaikan nan tak tergantikan. Selalu ada mutiara yang bisa digali darinya. Pasti ada hikmah dari wanita yang mungkin saja, sudah kita sia-siakan sejak lama.

Rabbi, ampuni dosa kami, dosa bapak dan ibu kami. Sayangilah keduanya, sebagaimana mereka menyayangi kami di masa belia

BACA JUGA : SENYUM IBU ADALAH KEBAHAGIAAN KU                          IZINKAN AKU MENCIUMMU IBU

SENYUM IBU, ADALAH KEBAHAGIAAN KU

- No comments


Senyuman Ibu, adalah surga kecil ku :)

Maafkan aku udah sibuk sendiri sampai-sampai lupa sama ibu

Maafkan aku udah jadi anak yang durhaka bu :'(

Ibu adalah pelengkap dalam hidupku

Dimanapun ibu berada, aku selalu sayang sama ibu

Berharap ibu baik-baik aja dan diberi kesehatan selalu oleh tuhan

Bu, namamu akan selalu aku kenang dan rasa kasih sayangmu terhadap aku akan selalu aku ingat

Tuhan, maafkan aku yang sering menyakiti perasaan ibuku. Aku menyesal

Ibu orangnya tegar, walaupun banyak masalah yang menghalangi, ibu tetep kuat. makasi bu udah jadi ibu yang paling tegar dihidupku

ibu selalu kasih aku kekuatan hati dan semangat untuk jalani hari-hariku

ibu jasamu takan pernah aku lupakan sampai kapan pun

Tuhan, sayangilah ibuku seperti ia yang senantiasa menyayangiku dari kecil hingga saat ini

Bu, bolehkah aku mengusap airmatamu dan menghiburmu agar aku melihat senyuman diwajahmu

Ibu, aku rindu pelukan ibu

Menyesal dulu udah melawan perkatataan dan menyakiti perasaan ibu, Tuhan, Andai aku bisa mengulang waktu aku gak akan melawannya

Tuhan tolong sampaikan sejuta sayangku untuk ibu, aku berjanji takkan lagi menghianati permintaannya

Semua demi yang terbaik bagimu, aku akan patuhi perintahmu bu

Doa yang aku ucapkan untuk ibu takkan pernah habis, aku sayang ibu :)

Ibu selalu menjadi Inspirasi dalam Hidupku. Love you mom♥

Contoh Wanita terhebat yang aku punya iaalah Ibuku♥

Ayah dan Ibu adalah sosok yang paling aku banggakan dalam hidup ini

Bu, maafkan aku yang sering mengecewakanmu dan membuatmu marah

Andai aku bisa mengulang waktu, aku ingin menarik kata-kata kasar yang pernah aku ucapkan ke ibu

Ibu, Maafkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat, terimakasih kau sudah merawatku dari kecil hingga saat ini

Ibu, Aku tak mampu berbuat apa-apa. aku hanya bisa mendoakanmu semoga sehat dan panjang umur

Dulu waktu kecil setiap aku menangis ibu selalu mengusap airmataku, sampai sekarang aku masih ingat itu bu

UNGKAPAN TERINDAH UNTUK IBU Versi 1

UNGKAPAN TERINDAH UNTUK IBU Versi 2